Bila Produksi ASI Kurang?

March 19, 2010 at 9:17 am


pompa-asiAduh, senangnya….bila kita  menimang buah hati.  Kecil, imut dan paling gemes saat kita melihat gerak mulut mungilnya.  Saat menyusui, menjadi saat yang paling membahagiakan, karena ikatan ibu dan anak tercipta saat ibu memberi kehidupan sang buah hati dengan ASI (air susu ibu). Namun,  kebahagiaan tersebut tidak selalu terjadi, manakala produksi ASI kurang. Pada tulisan ini diuraikan penyebab terjadinya produksi ASI yang kurang, serta tanda-tanda bayi yang kekurangan ASI.

Sebagian besar ibu yang baru saja melahirkan dapat memproduksi ASI cukup banyak. ASI yang dimiliki dapat diberikan kepada dua bayi bila ibu memiliki bayi kembar. Kalaupun ASI dianggap kurang, hal ini biasanya disebabkan oleh ibu yang kurang percaya diri, terjadi karena jarangnya isapan bayi, serta kurang efektifnya isapan tersebut.

Untuk dapat mengetahui ASI yang dimiliki ibu kurang, dapat diketahui dari kondisi bayi, antara lain:

  1. Kenaikan berat badan kurang dari 500 gram sebulan. Setelah 2 minggu, berat bayi yang pada hari-hari pertama biasanya enurun, belum mencapai berat lahir.
  2. Jumlah air kecil bayi sedikit dan terkonsentrasi, kurang dari 6 kali sehari, berwarna gelap, dan berbau tajam.
  3. Bayi tidak puas setelah menyusu.
  4. Bayi seringkali menangis.
  5. Bayi menolak disusui.
  6. Kotoran bayi keras, kering, dan berwarna hijau.
  7. Payudara ibu tidak membesar selama kehamilan
  8. ASI tidak keluar setelah melahirkan.

Bayi yang kekurangan ASI dapat disebabkan oleh beberapa hal, faktor yang sering terjadi dan jarang terjadi. Faktor penyebabnya juga dapat bersumber pada ibu atau bayinya.

Penyebab yang sering terjadi
a. Faktor menyusui:

  1. Penyusuan yang tertunda.
  2. Perlekatan yang tidak baik.
  3. Penyusuan yang jarang atau dilakukan dalam waktu singkat.
  4. Tidak menyusui pada malam hari.
  5. Pemberian botol atau empeng.
  6. Pemberian minuman lain selain ASI.

b. Faktor psikologis ibu:

  1. Kurang percaya diri
  2. Ibu khawatir / terlalu stres
  3. Ibu terlalu lelah
  4. Ibu tidak suka menyusui
  5. Ibu mengalami baby blues

Penyebab yang jarang terjadi
a. Kondisi fisik ibu:

  1. Penggunaan pil kontrasepsi, obat diuretik (untuk peningkatan pengeluaran urin)
  2. Kehamilan berikutnya semasa menyusui
  3. Kekurangan gizi yang cukup berat
  4. Ibu minum minuman yang mengandung alkohol, atau merokok
  5. Tersisanya jaringan plasenta dalam rahim
  6. Payudara yang kurang berkembang

b. Kondisi bayi:

  1. Bayi sakit
  2. Bayi memiliki kelainan, seperti bibir sumbing sehingga bayi menjadi sulit menghisap

Sumber: Ayahbunda

Entry filed under: Seputar Payudara. Tags: , , , , , , , , , , , .

Gunanya TEMPE bagi Payudara? Apa itu Xenoestrogen dan Hormon


UPDATE artikel baru akan saya infokan ke email anda! GRATIS!
silahkan masukkan data anda :

Join 3 other followers

Calender

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 61,767 hits

%d bloggers like this: